Wawasan Kendari — Wakil Wali Kota Kendari, Subhan, menegaskan pentingnya memperkuat semangat persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Dialog Kebangsaan dan Moderasi Beragama yang digelar di Aula Kantor Wali Kota Kendari, Senin (3/11/2025).
Dalam sambutannya, Subhan menekankan bahwa keberagaman suku, agama, dan budaya yang dimiliki Kota Kendari adalah potensi besar bila dikelola dengan semangat kebersamaan. “Kendari adalah rumah bagi semua. Tidak peduli dari mana asal kita, apa keyakinan kita, semua warga punya hak dan tanggung jawab yang sama membangun kota ini,” ujarnya.
Jaga Toleransi, Hindari Polarisasi
Subhan mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang dapat memecah belah persatuan, terutama menjelang tahun politik. Ia menilai media sosial sering menjadi sumber penyebaran hoaks dan ujaran kebencian yang bisa mengganggu ketenteraman sosial.
“Keberagaman adalah kekuatan, bukan alasan untuk saling curiga. Mari kita bijak menggunakan media sosial dan tetap fokus pada hal-hal positif,” tegasnya.
Menurutnya, tantangan terbesar masyarakat modern bukan hanya perbedaan pandangan, tetapi bagaimana menjaga empati dan rasa saling menghargai di tengah arus informasi yang semakin cepat.
“Pemerintah kota terus berupaya menjaga stabilitas sosial melalui pendekatan dialog antaragama dan kegiatan lintas komunitas. Kami ingin semua kelompok merasa aman, nyaman, dan diterima,” tambahnya.
Peran Pemerintah dan Tokoh Masyarakat
Dalam acara tersebut, hadir pula perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh adat, serta pemuda lintas organisasi. Mereka mendiskusikan langkah-langkah konkret dalam memperkuat kebersamaan di tingkat masyarakat.
Ketua FKUB Kendari, H. La Ode Rauf, menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen Pemkot Kendari yang secara konsisten menumbuhkan semangat toleransi. “Kami melihat pemerintah tidak hanya berbicara soal kebersamaan, tapi juga menghadirkan program nyata seperti kampung moderasi beragama dan dialog rutin antarumat,” ungkapnya.
Selain itu, Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat juga disebut aktif mendukung kegiatan sosial lintas komunitas, seperti gotong royong dan pelatihan kewirausahaan bersama yang mempertemukan warga dari berbagai latar belakang.

Baca juga: Pemkot Kendari Tandatangani MoU dengan CV Jaya Subur Kelola Sampah Nonorganik Bernilai Ekonomi
Kendari Sebagai Kota Harmoni
Wakil Wali Kota Subhan menambahkan bahwa semangat persatuan harus menjadi bagian dari karakter masyarakat Kendari. Ia menilai, pembangunan yang inklusif tidak mungkin tercapai tanpa adanya rasa saling percaya di antara warga.
“Kalau kita ingin maju, kita harus solid. Tidak bisa hanya pemerintah yang bekerja, masyarakat juga harus ikut menjaga keharmonisan. Toleransi dan gotong royong adalah identitas kita,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran generasi muda sebagai penjaga keberagaman. Menurutnya, pelajar dan mahasiswa perlu dibekali pemahaman kebangsaan yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh ideologi yang menyesatkan.
“Kita harus menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini. Anak muda harus menjadi agen perdamaian, bukan penyebar kebencian,” ujar Subhan.
Komitmen Bersama
Menutup acara, seluruh peserta sepakat menandatangani deklarasi bersama untuk memperkuat nilai-nilai toleransi dan kebangsaan di Kota Kendari. Deklarasi itu menjadi simbol komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan dan keutuhan sosial.
“Dengan semangat gotong royong dan rasa saling menghormati, Kendari bisa menjadi contoh kota yang damai dan harmonis di Indonesia timur,” pungkas Wakil Wali Kota.





