Wawasan Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus memperkuat langkah-langkah strategis dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus menekan angka kemiskinan ekstrem. Melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) serta penyaluran bantuan sosial kepada warga miskin, Pemkot berupaya memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses bahan pokok dengan harga terjangkau.
Gerakan Pangan Murah Jadi Solusi
Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu, mengatakan GPM digelar secara rutin di berbagai kecamatan untuk menekan harga pangan yang kerap melonjak akibat gangguan distribusi maupun kondisi pasar. Dalam kegiatan GPM, bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, hingga telur dijual dengan harga lebih rendah dibanding harga pasar.
“Tujuan utama GPM adalah menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah, tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok mereka,” ujar Asmawa, Sabtu (13/9/2025).
Bantuan untuk Warga Miskin Ekstrem
Selain GPM, Pemkot Kendari juga menyalurkan bantuan langsung kepada warga yang masuk kategori miskin ekstrem. Bantuan ini tidak hanya berupa sembako, tetapi juga dukungan program pemberdayaan ekonomi seperti bantuan modal usaha mikro, pelatihan keterampilan, hingga akses lapangan kerja.
“Pendekatan yang kami lakukan tidak hanya memberi bantuan konsumtif, tapi juga produktif. Dengan begitu, keluarga penerima manfaat bisa bangkit secara ekonomi,” jelas Kepala Dinas Sosial Kendari, Rahmawati.

Baca juga: Gubernur Sultra Bawa Bupati dan Wali Kota Temui BKN, Ini yang Dibahas
Sinergi dengan Pemerintah Pusat dan Daerah
Pemkot Kendari tidak berjalan sendiri. Program stabilisasi pangan dan penanggulangan kemiskinan ekstrem dilaksanakan dengan dukungan dari pemerintah pusat, Bulog, serta pemerintah provinsi. Kolaborasi ini mencakup pasokan beras SPHP, distribusi pangan bersubsidi, hingga monitoring harga di pasar tradisional.
“Kami selalu berkoordinasi dengan Bulog dan OPD terkait. Setiap kali harga beras atau komoditas lain mulai naik, intervensi segera dilakukan melalui GPM maupun operasi pasar,” tambah Rahmawati.
Harapan Masyarakat
Warga mengaku sangat terbantu dengan keberadaan GPM dan program bantuan ini. Nuraini, seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Mandonga, mengatakan harga beras di GPM lebih terjangkau dibanding di pasar.
“Kalau di pasar bisa Rp15 ribu per kilogram, di sini hanya Rp12 ribu. Sangat meringankan, apalagi kondisi ekonomi sekarang cukup sulit,” ujarnya.
Target Turunkan Kemiskinan Ekstrem
Pemkot Kendari menargetkan angka kemiskinan ekstrem dapat terus ditekan sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang menargetkan Indonesia bebas kemiskinan ekstrem pada 2024. Meski target nasional itu belum sepenuhnya tercapai, Pemkot Kendari berkomitmen untuk terus melanjutkan program perlindungan sosial dan ketahanan pangan di 2025.
“Yang terpenting masyarakat tidak kekurangan pangan dan bisa hidup lebih sejahtera. Itu menjadi fokus utama kami,” tegas Wali Kota Asmawa.





