Wawasan Kendari – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Utara (Konut) menggelar dialog terbuka dengan pihak PT Obsidian Stainless Steel (OSS) untuk membahas dampak sosial dan lingkungan dari aktivitas perusahaan tambang dan industri smelter yang beroperasi di wilayah tersebut. Dialog ini menjadi langkah awal mencari solusi bersama atas keluhan masyarakat terkait keberadaan perusahaan.
Ajang Aspirasi Masyarakat dan Perusahaan
Dialog yang digelar di Aula Kantor Bupati Konut itu menghadirkan sejumlah unsur, mulai dari perwakilan perusahaan, pemerintah daerah, akademisi, tokoh masyarakat, hingga organisasi kepemudaan.
Bupati Konut dalam sambutannya menegaskan bahwa forum ini dibuka untuk mendengar langsung aspirasi warga yang terdampak. Menurutnya, keberadaan industri tambang dan smelter memang membawa dampak positif bagi perekonomian, tetapi di sisi lain juga memunculkan persoalan lingkungan serta sosial yang tidak boleh diabaikan.
“Kita ingin perusahaan bisa memberikan kontribusi nyata, bukan hanya secara ekonomi, tetapi juga dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujar Bupati.
Isu Sosial dan Lingkungan Jadi Sorotan
Dalam dialog tersebut, beberapa isu mengemuka. Masyarakat menyoroti persoalan debu, pencemaran air, hingga berkurangnya lahan produktif akibat aktivitas pertambangan. Selain itu, muncul pula keluhan terkait kesempatan kerja yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada tenaga lokal.
Perwakilan tokoh masyarakat menyampaikan bahwa kehadiran PT OSS harus sejalan dengan kepentingan warga. Mereka berharap perusahaan lebih serius memperhatikan dampak kesehatan dan kelestarian lingkungan.
Baca juga: Humanis dalam Pelayanan, Kapolda Sultra Puji Peran Polwan
Komitmen PT OSS
Menanggapi berbagai masukan, manajemen PT OSS menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan standar operasional agar dampak lingkungan dapat diminimalisir. Pihak perusahaan juga berjanji memperkuat program tanggung jawab sosial (CSR) yang menyentuh sektor pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kami terbuka menerima kritik dan masukan. OSS ingin menjadi bagian dari pembangunan Konawe Utara, bukan hanya mengambil sumber daya. Oleh karena itu, kami akan memperbaiki kekurangan dan memperluas program CSR agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” ungkap perwakilan PT OSS.
Pemkab Konut Dorong Kolaborasi
Pemerintah daerah menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak agar keberadaan industri tambang tidak menimbulkan konflik berkepanjangan. Pemkab juga berencana membentuk tim monitoring bersama yang melibatkan unsur pemerintah, masyarakat, dan akademisi untuk memastikan perusahaan menjalankan komitmennya.
“Dialog ini jangan berhenti di forum, tetapi harus ada tindak lanjut nyata. Kita akan kawal agar perusahaan benar-benar bertanggung jawab, sementara masyarakat juga bisa berpartisipasi aktif menjaga kondusivitas,” tambah Bupati Konut.
Harapan ke Depan
Dengan adanya pertemuan ini, Pemkab Konut berharap tercipta keseimbangan antara pertumbuhan industri dan kelestarian lingkungan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Langkah dialog terbuka ini juga diharapkan bisa menjadi model penyelesaian masalah serupa di daerah lain yang memiliki aktivitas pertambangan intensif.





