, , , ,

Mentan Umumkan Swasembada Pangan 3 Bulan ke Depan: RI Tak Impor Beras Lagi

oleh -1017 Dilihat

Wawasan Kendari – Kabar menggembirakan datang dari sektor pertanian. Menteri Pertanian (Mentan) mengumumkan bahwa dalam waktu tiga bulan ke depan Indonesia akan mencapai swasembada pangan, khususnya beras. Dengan pencapaian ini, pemerintah optimistis tidak akan ada lagi impor beras untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Produksi Beras Meningkat Drastis

Mentan menjelaskan, sejumlah langkah strategis yang dilakukan pemerintah berhasil meningkatkan produksi beras secara signifikan. Dukungan irigasi, distribusi pupuk, penggunaan benih unggul, hingga mekanisasi pertanian disebut menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan produktivitas.

“Alhamdulillah, dalam tiga bulan ke depan kita sudah bisa swasembada beras. Stok dalam negeri lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa harus impor,” ungkap Mentan dalam konferensi pers.

Peningkatan Lahan Produktif

Pemerintah juga mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur di berbagai daerah agar bisa kembali produktif. Program food estate yang selama ini digenjot turut berkontribusi dalam memperluas area tanam padi dan komoditas pangan lainnya.

“Bukan hanya Jawa, tapi Sumatra, Kalimantan, hingga Papua kita dorong jadi sentra baru produksi pangan. Hasilnya mulai terlihat,” tambah Mentan.

Swasembada Pangan
Swasembada Pangan

Baca juga: Ketua TP. PKK Kota Kendari Pimpin Rakor TP. PKK Kota Kendari Tahun 2025

Dampak Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Jika benar tercapai, swasembada beras akan membawa dampak besar bagi perekonomian nasional. Selain menghemat devisa negara yang biasanya terkuras untuk impor, harga beras di pasar domestik diprediksi lebih stabil.

“Dengan tidak lagi impor, petani akan lebih sejahtera karena hasil panennya terserap maksimal. Ini juga bagian dari memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar pengamat pertanian dari IPB.

Tantangan Distribusi dan Stabilisasi Harga

Meski produksi meningkat, tantangan yang harus dihadapi adalah distribusi hasil panen agar tidak terjadi surplus di satu daerah dan kekurangan di daerah lain. Pemerintah menyiapkan strategi melalui Bulog dan kerja sama dengan pemerintah daerah untuk menyalurkan beras secara merata.

“Ketersediaan pangan saja tidak cukup, distribusinya harus lancar. Itu yang terus kami benahi agar harga di pasar tetap terjangkau,” jelas Mentan.

Menuju Indonesia Mandiri Pangan

Langkah swasembada ini juga dinilai sebagai momentum penting bagi Indonesia menuju kemandirian pangan. Pemerintah menargetkan bukan hanya beras, tetapi juga komoditas strategis lain seperti jagung, kedelai, dan gula bisa terpenuhi dari produksi dalam negeri.

“Cita-cita kita jelas: Indonesia mandiri pangan. Tidak hanya cukup untuk kebutuhan sendiri, ke depan kita ingin jadi eksportir beras ke negara lain,” tutup Mentan optimistis.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.