Wawasan Kendari — Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Wali Kota Kendari memaparkan serangkaian langkah strategis yang disiapkan untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran aktivitas masyarakat selama momen libur panjang tersebut. Melalui rapat koordinasi lintas instansi, pemerintah kota menegaskan bahwa seluruh elemen, mulai dari TNI-Polri hingga OPD teknis, telah berada dalam posisi siaga penuh.
“Pengamanan Nataru adalah prioritas kita bersama. Kota Kendari harus tetap aman dan kondusif, mengingat mobilitas warga akan meningkat,” ujar Wali Kota dalam pemaparan resminya.
Pengamanan Ketat di Pusat Keramaian
Wali Kota Kendari menyampaikan bahwa titik-titik keramaian seperti pusat perbelanjaan, rumah ibadah, tempat wisata, dan area publik akan menjadi fokus pengamanan. Polresta Kendari bersama TNI akan menempatkan personel di lokasi-lokasi yang berpotensi mengalami lonjakan pengunjung.
Selain itu, posko pengamanan dan posko pelayanan akan dibangun di sejumlah titik strategis untuk memberikan layanan cepat kepada masyarakat, termasuk bantuan medis, informasi lalu lintas, serta penanganan gangguan keamanan.
“Kami ingin masyarakat merayakan Nataru dengan rasa aman. Setiap potensi kerawanan akan kita antisipasi sejak awal,” kata Wali Kota.
Pengendalian Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok
Menjelang Nataru, harga kebutuhan pokok biasanya mengalami kenaikan. Untuk itu, Pemkot Kendari bekerja sama dengan Disperindag, Bulog, dan para distributor untuk menjaga stabilitas stok dan harga.
Pemerintah akan menggelar operasi pasar di sejumlah titik, terutama di kawasan padat penduduk, untuk menekan lonjakan harga komoditas seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan daging.
Tim pengawas pangan juga diterjunkan untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan barang yang merugikan masyarakat.

Baca juga: Presiden Prabowo Naikkan Bonus Emas SEA Games 2025 Jadi Rp1 Miliar per Atlet
Rekayasa Lalu Lintas dan Kesiapan Transportasi
Peningkatan mobilitas kendaraan pada pekan Nataru mendorong Pemkot Kendari menyiapkan rekayasa lalu lintas bersama Dinas Perhubungan dan Satlantas Polresta Kendari. Titik-titik rawan kemacetan seperti Bundaran Adipura, MTQ Square, dan kawasan wisata dipetakan untuk diberlakukan pengaturan khusus.
Dishub juga mempersiapkan layanan angkutan umum serta pengawasan ketat pada terminal dan pelabuhan guna mencegah lonjakan penumpang yang melebihi kapasitas.
“Kami pastikan keselamatan transportasi menjadi fokus utama,” tegas Wali Kota.
Kesiapsiagaan Bencana dan Layanan Kesehatan
Memasuki musim hujan, Pemkot Kendari turut mengantisipasi potensi bencana seperti banjir, genangan, dan tanah longsor. BPBD menempatkan tim siaga lengkap dengan alat berat ringan, pompa air, hingga perahu karet di wilayah yang kerap terdampak.
Sementara itu, Dinas Kesehatan menyiapkan layanan darurat di puskesmas dan rumah sakit selama 24 jam, termasuk menambah tenaga kesehatan di posko Nataru untuk merespons kejadian mendadak seperti kecelakaan lalu lintas atau gangguan kesehatan pengunjung pusat keramaian.
Keamanan Rumah Ibadah Menjadi Prioritas
Dalam menghadapi ibadah malam Natal, pemerintah berkomitmen memberikan rasa aman bagi umat Kristiani. Pemeriksaan keamanan, sterilisasi, serta penjagaan ketat di gereja-gereja akan dilaksanakan oleh aparat kepolisian.
Wali Kota menyebutkan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir segala bentuk gangguan keamanan yang dapat mengganggu jalannya ibadah.
“Semua warga Kota Kendari berhak merayakan ibadah dengan tenang. Kami akan menjamin itu,” ujarnya.
Imbauan untuk Masyarakat
Wali Kota Kendari juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga keamanan lingkungan masing-masing, menghindari konvoi berlebihan, serta mematuhi aturan lalu lintas. Ia menekankan pentingnya sinergi pemerintah dan masyarakat dalam memastikan perayaan Nataru berlangsung tertib.
“Kesiapan pemerintah akan maksimal bila masyarakat juga ikut mendukung. Mari rayakan Nataru dengan damai dan penuh sukacita,” tutupnya.





