Wawasan Kendari — Wali Kota Kendari, H. Asmawa Tosepu, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam membangun kota yang bersih, berdaya saing, dan berkelanjutan. Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan “Kendari Youth Collaboration Forum 2025” di Aula Balai Kota Kendari, Senin (27/10/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh ratusan pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan, komunitas lingkungan, pelajar, dan mahasiswa. Acara ini menjadi wadah bagi anak muda untuk berdialog langsung dengan pemerintah daerah mengenai isu-isu pembangunan, kebersihan kota, hingga pemberdayaan ekonomi kreatif.
Pemuda Sebagai Arah Perubahan
Dalam sambutannya, Wali Kota Asmawa menekankan bahwa kemajuan kota tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kolaborasi lintas sektor, terutama keterlibatan pemuda sebagai agen perubahan.
“Pemuda Kendari memiliki potensi luar biasa. Jika potensi ini diarahkan pada kegiatan positif dan kolaboratif, maka cita-cita menjadikan Kendari sebagai kota bersih, hijau, dan berdaya saing akan lebih cepat terwujud,” ujar Asmawa.
Ia juga menyoroti pentingnya membangun kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda yang memiliki semangat dan kreativitas tinggi.
“Bersih itu bukan hanya soal estetika, tapi juga tentang martabat kota. Kalau warganya peduli, maka kota ini akan lebih sehat, lebih indah, dan tentu lebih menarik bagi investasi dan pariwisata,” tegasnya.
Dorongan untuk Inovasi dan Ekonomi Kreatif
Selain soal lingkungan, Wali Kota juga mengajak anak muda Kendari untuk terus berinovasi di bidang ekonomi kreatif. Pemerintah Kota Kendari, katanya, siap memfasilitasi ide-ide bisnis berkelanjutan melalui program inkubasi dan pelatihan kewirausahaan.
“Kami sudah menyiapkan wadah bagi startup dan pelaku ekonomi kreatif agar bisa berkembang. Pemerintah akan berperan sebagai fasilitator dan mitra, bukan sekadar regulator,” jelas Asmawa.
Ia mencontohkan beberapa komunitas anak muda di Kendari yang telah berhasil menciptakan inovasi ramah lingkungan, seperti pembuatan eco-brick, produk daur ulang, hingga aplikasi digital untuk pelaporan sampah. Menurutnya, inisiatif seperti ini perlu terus diperluas dengan dukungan semua pihak.

Baca juga: Asisten I Setda Kota Kendari Buka Dialog Anak Bangsa: Dorong Pemuda Jadi Agen Solusi Daerah
Komitmen Bersama untuk Kendari Lebih Baik
Sementara itu, Ketua Forum Pemuda Kendari, Fathur Rahman, menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Kendari atas dukungannya terhadap ruang kolaborasi pemuda. Ia menilai kegiatan seperti ini bisa memperkuat sinergi antara komunitas dan pemerintah.
“Pemuda ingin terlibat langsung dalam pembangunan. Bukan hanya jadi penonton, tapi jadi pelaku aktif yang membawa solusi nyata,” ujar Fathur.
Forum ini juga menghasilkan sejumlah rencana aksi, di antaranya gerakan “Kendari Bersih 2026”, kampanye digital lingkungan, dan pembentukan tim pemuda kreatif untuk mendukung agenda Smart City Kendari.
Menuju Kota yang Berdaya Saing Global
Menutup acara, Wali Kota Asmawa kembali menegaskan visinya untuk menjadikan Kendari tidak hanya bersih dan hijau, tetapi juga berdaya saing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Kunci keberhasilan pembangunan ada pada kolaborasi. Ketika pemerintah, masyarakat, dan pemuda bersatu, maka tidak ada yang mustahil untuk dicapai,” pungkasnya.







