, , ,

Wali Kota Kendari Dorong Kelurahan Jadi Contoh Sistem Kebersihan Baru 2026

oleh -1048 Dilihat

Wawasan Kendari – Pemerintah Kota Kendari menegaskan komitmennya untuk menjadikan tahun 2026 sebagai momentum penting dalam revolusi sistem kebersihan dan pengelolaan sampah perkotaan. Wali Kota Kendari, H. Asrun Hasman, menargetkan agar seluruh kelurahan menjadi pionir dalam penerapan Sistem Kebersihan Terpadu (SKT) 2026, sebuah model pengelolaan kebersihan berbasis partisipasi masyarakat dan teknologi lingkungan.

Program ini lahir dari keprihatinan terhadap meningkatnya volume sampah dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendari, jumlah timbulan sampah di kota tersebut mencapai 250 ton per hari, di mana sebagian besar belum tertangani secara optimal.

Setiap Kelurahan Jadi Pusat Percontohan

Wali Kota Asrun Hasman menjelaskan bahwa kebijakan baru ini bukan sekadar rutinitas kebersihan, melainkan transformasi menyeluruh dari pola pikir hingga sistem operasional di tingkat kelurahan.

“Mulai tahun 2026, kami ingin setiap kelurahan memiliki sistem kebersihan mandiri. Artinya, masyarakat, RT, RW, dan petugas kebersihan saling terhubung dalam satu mekanisme pengelolaan sampah yang efisien dan transparan,” kata Asrun saat memimpin rapat koordinasi bersama camat dan lurah di Balai Kota Kendari, Kamis (17/10).

Asrun menegaskan bahwa program ini akan menempatkan kelurahan sebagai garda terdepan dalam menjaga kebersihan lingkungan, mulai dari perencanaan pengelolaan sampah rumah tangga, pemilahan sejak sumber, hingga pengangkutan dan daur ulang.

“Setiap kelurahan akan kami dorong memiliki bank sampah digital, titik daur ulang mandiri, dan sistem pelaporan kebersihan berbasis aplikasi,” tambahnya.

Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemkot Kendari menggalang kerja sama lintas sektor, melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Koperasi, serta komunitas lingkungan dan LSM lokal.

Kepala DLH Kendari, Muhammad Idris, menjelaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan panduan teknis dan pelatihan bagi aparat kelurahan agar mampu mengelola sistem kebersihan secara mandiri.

“Setiap kelurahan akan memiliki green team atau tim kebersihan beranggotakan warga setempat. Mereka akan memantau volume sampah, mengedukasi masyarakat, dan mengelola pemilahan organik serta anorganik,” ujarnya.

Program ini juga akan mengintegrasikan aplikasi digital pelaporan kebersihan yang memungkinkan warga melaporkan tumpukan sampah atau pelanggaran lingkungan secara langsung. Laporan tersebut akan diterima oleh petugas kebersihan kelurahan untuk ditindaklanjuti.

Wali Kota Kendari
Wali Kota Kendari

Baca juga: Wali Kota Kendari Dorong Kolaborasi Pemuda untuk Wujudkan Kota Bersih dan Berdaya Saing

Edukasi dan Insentif untuk Warga

Selain membangun sistem yang efisien, Pemkot Kendari juga menyiapkan program edukasi dan insentif bagi masyarakat. Warga yang aktif memilah sampah atau mengumpulkan sampah anorganik ke bank sampah digital akan mendapatkan poin yang dapat ditukar dengan kebutuhan pokok atau potongan pembayaran retribusi kebersihan.

“Partisipasi masyarakat menjadi kunci utama. Kami ingin warga merasa memiliki tanggung jawab langsung terhadap kebersihan lingkungan,” tutur Wali Kota Asrun.

Pemerintah juga menggandeng sejumlah sekolah untuk menjadikan program ini sebagai bagian dari pendidikan lingkungan sejak dini, agar generasi muda memahami pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan bijak.

Menuju Kota Kendari Bersih dan Berkelanjutan

Langkah ambisius ini merupakan bagian dari target jangka panjang Pemkot Kendari untuk mewujudkan Kota Kendari Bersih, Hijau, dan Berkelanjutan (Clean and Green Kendari) pada tahun 2030.

Menurut Wali Kota Asrun, keberhasilan sistem kebersihan terpadu ini akan menjadi tolok ukur bagi daerah lain di Sulawesi Tenggara. Ia juga menegaskan, pemerintah tidak akan segan memberikan sanksi administratif bagi kelurahan yang abai atau tidak menunjukkan progres signifikan.

“Jika satu kelurahan bisa jadi contoh, yang lain pasti ikut. Kita ingin perubahan yang nyata, bukan sekadar slogan,” tegasnya.

Dukungan dari Berbagai Pihak

Program ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk akademisi dan pemerhati lingkungan. Dr. Rahmawati, pakar tata kota Universitas Halu Oleo, menilai inisiatif ini merupakan langkah maju dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di level lokal.

“Pendekatan berbasis kelurahan adalah strategi efektif karena langsung menyentuh masyarakat. Jika dijalankan dengan konsisten, Kendari bisa menjadi model pengelolaan kebersihan terbaik di Indonesia Timur,” ujarnya.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.