Wawasan Kendari – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menjalin kolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk membahas kerja sama penerjemahan Alquran ke dalam Bahasa Muna. Inisiatif ini bertujuan memperluas akses pemahaman Alquran bagi masyarakat penutur Bahasa Muna serta melestarikan bahasa daerah.
Pembahasan kerja sama tersebut dilakukan dalam pertemuan resmi yang melibatkan pimpinan IAIN Kendari dan jajaran Balai Bahasa Sultra.
Perluas Akses Pemahaman Alquran
Penerjemahan Alquran ke dalam Bahasa Muna dinilai penting untuk membantu masyarakat memahami makna dan pesan Alquran secara lebih mendalam dengan bahasa yang akrab dalam kehidupan sehari-hari. Program ini diharapkan menjadi sarana dakwah yang inklusif dan mudah dipahami.
“Bahasa daerah memiliki peran strategis dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan secara kontekstual,” ujar perwakilan IAIN Kendari.
Sinergi Akademisi dan Ahli Bahasa
Kolaborasi ini menggabungkan kekuatan akademik IAIN Kendari, khususnya dari bidang ilmu Alquran dan tafsir, dengan kompetensi Balai Bahasa Sultra dalam pengembangan, pelestarian, dan standardisasi bahasa daerah.
Balai Bahasa Sultra akan berperan dalam aspek kebahasaan, sementara IAIN Kendari fokus pada ketepatan makna dan konteks keislaman dalam proses penerjemahan.

Baca juga: Kanwil Kemenkum Sultra Ikuti Sosialisasi KUHP Nasional Secara Daring
Tahapan dan Proses Penerjemahan
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas tahapan kerja sama, mulai dari penyusunan tim penerjemah, metodologi penerjemahan, hingga mekanisme validasi dan penyuntingan. Proses ini dirancang agar terjemahan yang dihasilkan tetap akurat, mudah dipahami, dan sesuai kaidah bahasa Muna.
Selain itu, rencana publikasi dan distribusi hasil terjemahan juga menjadi bagian dari pembahasan.
Pelestarian Bahasa Daerah
Program terjemahan Alquran ini juga menjadi upaya konkret dalam pelestarian Bahasa Muna sebagai salah satu bahasa daerah di Sulawesi Tenggara. Dengan menghadirkan karya terjemahan berskala besar, Bahasa Muna diharapkan semakin dikenal dan digunakan oleh generasi muda.
Balai Bahasa Sultra menilai kolaborasi ini sejalan dengan program pelindungan dan pengembangan bahasa daerah.
Dukungan bagi Dakwah dan Pendidikan
Terjemahan Alquran dalam Bahasa Muna diharapkan dapat dimanfaatkan dalam kegiatan dakwah, pendidikan keagamaan, serta pengajian di wilayah penutur Bahasa Muna. Kehadiran terjemahan ini juga dapat memperkaya literatur keislaman berbasis kearifan lokal.
“Kami berharap hasil kerja sama ini dapat memberi manfaat luas bagi umat,” kata perwakilan Balai Bahasa Sultra.
Komitmen Lanjutkan Kerja Sama
IAIN Kendari dan Balai Bahasa Sultra sepakat untuk menindaklanjuti pembahasan ini dengan penyusunan nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar kerja sama resmi. Kedua pihak juga berkomitmen menjaga kualitas dan integritas proses penerjemahan.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi kerja sama serupa dalam pengembangan literasi keagamaan dan pelestarian bahasa daerah di Sulawesi Tenggara.





